Home » , » Kyai Ketahuan Berkampaye Uang Jelang Pemilihan Legislatif

Kyai Ketahuan Berkampaye Uang Jelang Pemilihan Legislatif

Written By Cholil Smart on Tuesday, 8 April 2014 | 18:02

Kasihan sekali jika melihat Seorang Ulama' yang aktif dalam Partai berasaskan Islam ketahuan berkampaye Uang dan meminta agar mencoblos Salah satu Calon Legislatif. Kalau Ulama' sudah memberikan contoh seperti ini terhadap masyarakat, apakah salah masyarakat mengikuti jejak beliau?

Wahai Para Ulama', Apakah anda yakin ingin menjual statusmu yang Waaaah di Mata Masyarakat? Apakah benar anda terlahir hanya untuk mengajarkan kecurangan? Apakah Ilmu Kecurangan yang diwariskan Nabi kepada Anda? Anda Ulama' atau Kyai Sich..?

Anda sering berpidato, anda sering berda'wa, anda sering mengingatkan dan menyadarkan Umat agar selalu berlaku adil dan berprilaku sesuai ajaran Rosulullah, tapi anda sendiri hanya karena ingin membesarkan Partai atau ingin meloloskan Seorang Calon sudah berani menjual harga dirimu.

Makanya, Jangan salahkan Masyarakat jika ada berani menentang ajakanmu, itu semua adalah salah anda sendiri yang mengajarkan kecurangan, Sekali Masyarakat melihat atau mengetahui satu kali kecerobohan Seorang ulama'  menghalalkan yang Haram pasti Masyarakat punya anggapan itu halal.

Makanya, Politik jangan melihat Guru, karena Ulama' yang selama ini dianggap Guru, tingkah lakunya sudah kayak gini dalam berpolitik. Sebenarnya Tujuan Masuknya Ulama' Kedunia Politik Agar Ulama' menjadi Kendali bukan malah mengajarkan Masyarakat seperti yang telah dilakukan kemarin.

 Saya berharap agar Ulama' tidak melakukan Money Politik, kalau terpaksa masih ingin melakukan, perintahlah kepercayaannya atau siapa gitu, jangan melakukan sendiri, kasihinalah mesyarakat yang telah me Elo-elokan anda.

Kalau menurut Teman-teman, Ulama' yang Masuk Politik Lebih-lebih yang sering melakukan Money Politik atau bahkan memusuhi Lawan Politiknya. itu sebenarnya Bagaimana sich...? Soalnya dilingkungan saya banyak sekaliulama' yang memusuhi lawan politiknya, Salah satu Contoh ada Ulama' di Desa Ragang yang tidak saya sebutkan Namanya, Masih saja tidak menyapa kepala Desanya. Bahkan meskipun Kemarin Kenak Musibah, Kepala Desanya tidak dikasih tau. Heran..... Menurut Teman-teman ini bagaimana...?
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

Komentar anda saya butuhkan
Komentar anda akan sangat membantu saya
Komentar anda menjadi kebanggaan saya
komentar anda lebih berharga dari berlian

Jangan menyertakan URL pada kotak komentar
karena akan saya anggap sebagai SPAM

Popular Posts

 
Support : Petotu | Pondok Template
| Penyejuk Hati
Copyright © 2013. PETOTU - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger